6 secret to a happy and successful life
1. Free your heart from heartached
2. Free your mind from worries
3. Live simply
4. Expect less
5. Give more for someone who needed
6. BE TRUE TO YOURSELF LIFE has great option but you don't always have to pick what seems to be the best. sometimes the best and the perfect aren't always what makes you HAPPY
Selasa, 30 Desember 2008
Senin, 29 Desember 2008
Studi: Ponsel Picu Penyakit Ginjal dan Jantung!
Dokumen berikut di ambil dari http://www.detikinet.com/read/2008/12/30/123006/1060716/398/studi-ponsel-picu-penyakit-ginjal-dan-jantung!,
Fino Yurio Kristo – detikinet
Selasa, 30/12/2008 12:30 WIB
Rumania - Para ilmuwan seakan berlomba menemukan dampak yang ditimbulkan oleh radiasi ponsel terhadap kesehatan. Sekelompok ilmuwan di Rumania misalnya, baru-baru ini mengklaim radiasi ponsel bisa merusak jantung dan ginjal manusia.
Dikutip detikINET dari Mina, Selasa (30/12/2008), dijelaskan bahwa paparan radiasi ponsel menyebabkan hemoglobin di sel darah merah bocor. Hal ini dapat jadi biang penyakit jantung dan batu ginjal.Dalam riset ini, para ilmuwan menggunakan sampel sel darah yang diberi radiasi dalam berbagai skala selama sepuluh sampai 60 jam.
Terungkap bahwa meski dalam level radiasi yang paling rendah, kebocoran hemoglobin tetap terjadi.Studi dilakukan di European Research Institute for Electronic Component yang berbasis di Bukares. Hasil temuan ini membuat beberapa pihak meminta otoritas berwewenang menyikapinya dengan serius.Profesor Edward Tuddenham dari Imperial College Medical Shool di London menyatakan bahwa temuan itu mengkhawatirkan dan perlu ditindaklanjuti. Sebab menurutnya, akumulasi hemoglobin di dalam tubuh memang bisa menyebabkan penyakit jantung atau ginjal."Kita memang masih menginvestigasi konsekuensi biologis dari ponsel. Namun jelas telah terdapat studi laboratorium yang menyatakan memang ada efek buruk," demikian pendapat lain dari lembaga konsumen Powerwatch di Inggris.Ponsel sebelumnya sudah sering dikait-kaitkan berpengaruh buruk terhadap kesehatan. Misalnya radiasi ponsel bisa menyebabkan beragam jenis kanker.
Namun demikian, tak sedikit pula studi yang membuktikan sebaliknya.
Fino Yurio Kristo – detikinet
Selasa, 30/12/2008 12:30 WIB
Rumania - Para ilmuwan seakan berlomba menemukan dampak yang ditimbulkan oleh radiasi ponsel terhadap kesehatan. Sekelompok ilmuwan di Rumania misalnya, baru-baru ini mengklaim radiasi ponsel bisa merusak jantung dan ginjal manusia.
Dikutip detikINET dari Mina, Selasa (30/12/2008), dijelaskan bahwa paparan radiasi ponsel menyebabkan hemoglobin di sel darah merah bocor. Hal ini dapat jadi biang penyakit jantung dan batu ginjal.Dalam riset ini, para ilmuwan menggunakan sampel sel darah yang diberi radiasi dalam berbagai skala selama sepuluh sampai 60 jam.
Terungkap bahwa meski dalam level radiasi yang paling rendah, kebocoran hemoglobin tetap terjadi.Studi dilakukan di European Research Institute for Electronic Component yang berbasis di Bukares. Hasil temuan ini membuat beberapa pihak meminta otoritas berwewenang menyikapinya dengan serius.Profesor Edward Tuddenham dari Imperial College Medical Shool di London menyatakan bahwa temuan itu mengkhawatirkan dan perlu ditindaklanjuti. Sebab menurutnya, akumulasi hemoglobin di dalam tubuh memang bisa menyebabkan penyakit jantung atau ginjal."Kita memang masih menginvestigasi konsekuensi biologis dari ponsel. Namun jelas telah terdapat studi laboratorium yang menyatakan memang ada efek buruk," demikian pendapat lain dari lembaga konsumen Powerwatch di Inggris.Ponsel sebelumnya sudah sering dikait-kaitkan berpengaruh buruk terhadap kesehatan. Misalnya radiasi ponsel bisa menyebabkan beragam jenis kanker.
Namun demikian, tak sedikit pula studi yang membuktikan sebaliknya.
Sabtu, 18 Oktober 2008
Starter Karisma
Rangkaian Sistem stater Karisma
Ingin tahu rangkaian kelistrikan bagian Stater motor Karisma?nih saya kasih gambar rangkaiannya, biar bikers bisa analisa sendiri bilaman ada kerusakan yang berhubungan dengan sistem starter motor karisma sampeyan.
nih gambarnya!
berikut juga saya berikan penjelasan cara kerja rangkaian tersebut...
Penjelasan :
Perjalanan arus dimulai dari Battery
arus 12 volt masuk ke stater relay (bendix) dan menuju ke fuse 12Adengan kabel warna merah(red) lalu ke kunci kontak.
pada saat kunci kontak On, arus dari battery diteruskan lewat kabel merah-hitam menuju ke fuse 10A lalu dengan kabel warna hitam menuju ke relay stater(bendix)
dari bendix keluar kabel warna kuning-merah menuju ke tombol stater.
dari tombol stater kabel berwarna hijau yang menuju masa.
pada saat tombol stater ditekan, ada arus yang masuk ke bendix stater, sehingga terjadi elektromagnetik didalam komponen tersebut dan mengakibatkan bendix stater bekerja,
sehingga kabel warna merah dari stater mendapatkan arus dari battery,
kemudian motor stater berputar.
Posisi komponen :
battery & fuse 10A,12A - didalam bagasi
relay stater (bendix) - didalam bagasi (disamping tutup battery)
motor stater - di atas blok mesin
Ingin tahu rangkaian kelistrikan bagian Stater motor Karisma?nih saya kasih gambar rangkaiannya, biar bikers bisa analisa sendiri bilaman ada kerusakan yang berhubungan dengan sistem starter motor karisma sampeyan.
nih gambarnya!
berikut juga saya berikan penjelasan cara kerja rangkaian tersebut...
Penjelasan :
Perjalanan arus dimulai dari Battery
arus 12 volt masuk ke stater relay (bendix) dan menuju ke fuse 12Adengan kabel warna merah(red) lalu ke kunci kontak.
pada saat kunci kontak On, arus dari battery diteruskan lewat kabel merah-hitam menuju ke fuse 10A lalu dengan kabel warna hitam menuju ke relay stater(bendix)
dari bendix keluar kabel warna kuning-merah menuju ke tombol stater.
dari tombol stater kabel berwarna hijau yang menuju masa.
pada saat tombol stater ditekan, ada arus yang masuk ke bendix stater, sehingga terjadi elektromagnetik didalam komponen tersebut dan mengakibatkan bendix stater bekerja,
sehingga kabel warna merah dari stater mendapatkan arus dari battery,
kemudian motor stater berputar.
Posisi komponen :
battery & fuse 10A,12A - didalam bagasi
relay stater (bendix) - didalam bagasi (disamping tutup battery)
motor stater - di atas blok mesin
Jumat, 03 Oktober 2008
MENGALAHKAN KEBIASAAN
Mengatasi kebiasaan buruk yang menghambat kesuksesan dalam hidup memang bukan perkara mudah. Berikut beberapa panduan sukses yang mungkin dapat membantu menyingkirkan kebiasaan buruk dan menggantikannya dengan kebiasaan baik yang membawa kesuksesan.
Untuk menemukan cara menghindari kebiasaan buruk dan karakter lemah, ada sebuah kekuatan yang sangat kita butuhkan, yaitu kekuatan pikiran. Melakukan perubahan tentu membutuhkan tindakan nyata, dan tindakan dapat terjadi karena dorongan dari pemikiran. Sebagai manusia, kita semua selalu dikuasai oleh keinginan primitif dan dorongan mendasar, namun inilah yang justru mengarahkan pikiran dan perhatian kita pada tujuan yang lebih tinggi dan lebih baik.
Jangan mengatasi kebiasaan buruk dengan melawannya. Karena, semakin kita melawan, kebiasaan itu semakin kuat menguasai kita. Satu-satunya cara menghindarinya bukan dengan melawan. Hanya dengan berkonsentrasi membangun kebiasaan baik yang kita harapkan jadi cara jitu memotong kebiasaan buruk langsung dari akarnya.
Saat kita memusatkan perhatian pada apa yang ingin kita lakukan, atau apa pun yang ingin kita wujudkan, pikiran bawah sadar kita akan berusaha mewujudkan dan membuat itu jadi nyata. Dengan mengubah seluruh perhatian pada sesuatu yang lebih tinggi dan lebih baik, maka seluruh kekuatan bawah sadar kita akan mengarah pada tindakan. Dan dengan cara inilah kita dapat memulai proses mencapai kesuksesan.
Mungkin kita pernah berusaha mati-matian untuk melakukan sebuah perubahan dalam kebiasaan buruk kita, tapi hanya berakhir dengan kegagalan. Yang sebenarnya, keinginan kita akan berakhir tanpa harapan jika tidak diikuti dengan dukungan dari kekuatan pikiran bawah sadar kita. Pemikiran bawah sadar ini dapat dapat berasal dari imajinasi, tapi imajinasi juga tak dapat dipaksakan dalam pikiran bawah sadar. Keinginan kita seharusnya tak digunakan untuk melawan kebiasaan buruk yang ingin kita ubah. Tapi dengan keinginan kita ini kita dapat membangkitkan dan menarik pemikiran bawah sadar kita pada sesuatu yang lebih tinggi dan lebih baik. Yang sebenarnya, pikiran bawah sadar kita tak peduli pada kebiasaan yang kita lakukan. Ini hanya soal kesanggupan kita untuk melakukan kebiasaan baik sama halnya dengan kebiasaan buruk yang telah melekat dalam diri kita. Kita lah yang menentukan nasib kita sendiri, yakni dengan mengontrol imajinasi dan pemikiran kita. Arahkan seluruh pikiran, dan fokus pada hal-hal baik yang ingin kita lakukan untuk mengubah kehidupan kita. Biarkan pikiran bawah sadar membantu kita membangun semua kebiasaan baik diharapkan dapat mendorong kesuksesan.
Membangun kekuatan pikiran bawah sadar dengan imajinasi memang jadi alat penting untuk membuat perubahan ini. Tapi satu hal lagi yang juga penting adalah melakukan tindakan. Banyak orang yang menggunakan keinginan dan harapan mereka untuk menghilangkan kebiasaan buruk dan menggantikannya dengan kebiasaan baik. Tapi semua itu tak berguna jika tak disertai tindakan yang benar. Yang harus kita lakukan dalam hal ini adalah melakukan tindakan secara terus-menerus hingga menjadikan itu sebuah kebiasaan.
Saat kita merancang untuk menggantikan pikiran negatif jadi pemikiran positif, mengganti kebiasaan buruk jadi kebiasaan baik. Pada awalnya, mungkin kita akan merasa tak nyaman dengan perubahan ini. seperti misalnya seseorang yang tak terbiasa membersihkan gigi pada malam hari, akan terasa tak nyaman saat harus mengubah kebiasaan ini. Tapi akan berbeda saat kita sudah terbiasa melakukannya. Seperti seseorang yang dulu biasa jorok, saat sudah membiasakan diri hidup bersih dan rapi, akan merasa tak nyaman jika harus berkotor-kotor. Aturan yang sama berlaku dalam segala hal penting dan kebiasaan dalam kehidupan ini.
Mengalahkan kebiasaan yang sudah melekat pada kita hampir sepanjang hidup memang bukan perkara mudah. Dan cepat atau lambat berbagai godaan akan menghalangi kita untuk melakukan sebuah perubahan, sesekali kita mungkin mengalami kekalahan. Jika itu terjadi, yang terpenting adalah jangan memberi perhatian pada kekalahan itu. Sebaliknya, segeralah memulai kembali, dan buat catatan tentang kegagalan kita kali ini, yang tentu bisa dijadikan sebagai pengalaman. Dorong diri Anda kembali untuk mencapai apa yang Anda ingin raih. Jika Anda bersedia untuk terus gigih dan kegigihan itu akan jadi sebuah kebiasaan. (web)
Untuk menemukan cara menghindari kebiasaan buruk dan karakter lemah, ada sebuah kekuatan yang sangat kita butuhkan, yaitu kekuatan pikiran. Melakukan perubahan tentu membutuhkan tindakan nyata, dan tindakan dapat terjadi karena dorongan dari pemikiran. Sebagai manusia, kita semua selalu dikuasai oleh keinginan primitif dan dorongan mendasar, namun inilah yang justru mengarahkan pikiran dan perhatian kita pada tujuan yang lebih tinggi dan lebih baik.
Jangan mengatasi kebiasaan buruk dengan melawannya. Karena, semakin kita melawan, kebiasaan itu semakin kuat menguasai kita. Satu-satunya cara menghindarinya bukan dengan melawan. Hanya dengan berkonsentrasi membangun kebiasaan baik yang kita harapkan jadi cara jitu memotong kebiasaan buruk langsung dari akarnya.
Saat kita memusatkan perhatian pada apa yang ingin kita lakukan, atau apa pun yang ingin kita wujudkan, pikiran bawah sadar kita akan berusaha mewujudkan dan membuat itu jadi nyata. Dengan mengubah seluruh perhatian pada sesuatu yang lebih tinggi dan lebih baik, maka seluruh kekuatan bawah sadar kita akan mengarah pada tindakan. Dan dengan cara inilah kita dapat memulai proses mencapai kesuksesan.
Mungkin kita pernah berusaha mati-matian untuk melakukan sebuah perubahan dalam kebiasaan buruk kita, tapi hanya berakhir dengan kegagalan. Yang sebenarnya, keinginan kita akan berakhir tanpa harapan jika tidak diikuti dengan dukungan dari kekuatan pikiran bawah sadar kita. Pemikiran bawah sadar ini dapat dapat berasal dari imajinasi, tapi imajinasi juga tak dapat dipaksakan dalam pikiran bawah sadar. Keinginan kita seharusnya tak digunakan untuk melawan kebiasaan buruk yang ingin kita ubah. Tapi dengan keinginan kita ini kita dapat membangkitkan dan menarik pemikiran bawah sadar kita pada sesuatu yang lebih tinggi dan lebih baik. Yang sebenarnya, pikiran bawah sadar kita tak peduli pada kebiasaan yang kita lakukan. Ini hanya soal kesanggupan kita untuk melakukan kebiasaan baik sama halnya dengan kebiasaan buruk yang telah melekat dalam diri kita. Kita lah yang menentukan nasib kita sendiri, yakni dengan mengontrol imajinasi dan pemikiran kita. Arahkan seluruh pikiran, dan fokus pada hal-hal baik yang ingin kita lakukan untuk mengubah kehidupan kita. Biarkan pikiran bawah sadar membantu kita membangun semua kebiasaan baik diharapkan dapat mendorong kesuksesan.
Membangun kekuatan pikiran bawah sadar dengan imajinasi memang jadi alat penting untuk membuat perubahan ini. Tapi satu hal lagi yang juga penting adalah melakukan tindakan. Banyak orang yang menggunakan keinginan dan harapan mereka untuk menghilangkan kebiasaan buruk dan menggantikannya dengan kebiasaan baik. Tapi semua itu tak berguna jika tak disertai tindakan yang benar. Yang harus kita lakukan dalam hal ini adalah melakukan tindakan secara terus-menerus hingga menjadikan itu sebuah kebiasaan.
Saat kita merancang untuk menggantikan pikiran negatif jadi pemikiran positif, mengganti kebiasaan buruk jadi kebiasaan baik. Pada awalnya, mungkin kita akan merasa tak nyaman dengan perubahan ini. seperti misalnya seseorang yang tak terbiasa membersihkan gigi pada malam hari, akan terasa tak nyaman saat harus mengubah kebiasaan ini. Tapi akan berbeda saat kita sudah terbiasa melakukannya. Seperti seseorang yang dulu biasa jorok, saat sudah membiasakan diri hidup bersih dan rapi, akan merasa tak nyaman jika harus berkotor-kotor. Aturan yang sama berlaku dalam segala hal penting dan kebiasaan dalam kehidupan ini.
Mengalahkan kebiasaan yang sudah melekat pada kita hampir sepanjang hidup memang bukan perkara mudah. Dan cepat atau lambat berbagai godaan akan menghalangi kita untuk melakukan sebuah perubahan, sesekali kita mungkin mengalami kekalahan. Jika itu terjadi, yang terpenting adalah jangan memberi perhatian pada kekalahan itu. Sebaliknya, segeralah memulai kembali, dan buat catatan tentang kegagalan kita kali ini, yang tentu bisa dijadikan sebagai pengalaman. Dorong diri Anda kembali untuk mencapai apa yang Anda ingin raih. Jika Anda bersedia untuk terus gigih dan kegigihan itu akan jadi sebuah kebiasaan. (web)
Jumat, 22 Agustus 2008
Tips Windows XP
Tips & Trik menaikkan kecepatan Windows XP plus bonus utility email..
Anda berminat mencobanya silahkan hubungi
maryanto@trl.co.id atau maryanto.sudiharjo@gmail.com
Hanya dengan biaya Rp 25.000.- anda sudah dapat mencobanya
Terima Kasih
Anda berminat mencobanya silahkan hubungi
maryanto@trl.co.id atau maryanto.sudiharjo@gmail.com
Hanya dengan biaya Rp 25.000.- anda sudah dapat mencobanya
Terima Kasih
Selasa, 18 Desember 2007
Jangan Berbuka shaum Dengan Yang "Manis"
BULAN Ramadhan. Di bulan shaum itu, sering kita dengar kalimat 'Berbuka shaumlah dengan makanan atau minuman yang manis,' katanya. Konon, itu dicontohkan Rasulullah saw.
Benarkah demikian?
Dari Anas bin Malik ia berkata : "Adalah Rasulullah berbuka dengan Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air. (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud)
Nabi Muhammad Saw berkata : "Apabila berbuka salah satu kamu, maka hendaklahberbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci."
Nah. Rasulullah berbuka dengan kurma. Kalau tidak mendapat kurma, beliau berbuka shaum dengan air.
Samakah kurma dengan 'yang manis-manis'? Tidak.
Kurma, adalah karbohidrat kompleks (complex carbohydrate).
Sebaliknya, gula yang terdapat dalam makanan atau minuman yang manis-manis yang biasa kita konsumsi sebagai makanan berbuka puasa, adalah karbohidrat sederhana (simple carbohydrate).
Darimana asalnya sebuah kebiasaan berbuka dengan yang manis? Tidak jelas. Malah berkembang jadi waham umum di masyarakat, seakan-akan berbuka shaum dengan makanan atau minuman yang manis adalah 'sunnah Nabi'.
Sebenarnya tidak demikian. Bahkan sebenarnya berbuka shaum dengan makanan manis-manis yang penuh dengan gula (karbohidrat sederhana) justru merusak kesehatan.
Dari dulu saya tergelitik tentang hal ini, bahwa berbuka shaum'disunnahkan' minum atau makan yang manis-manis. Sependek ingatan saya, Rasulullah mencontohkan buka shaum dengan kurma atau air putih, bukan yang manis-manis.
Kurma, dalam kondisi asli, justru tidak terlalu manis.
Kurma segar merupakan buah yang bernutrisi sangat tinggi tapi berkalori rendah, sehingga tidak menggemukkan (data dari sana- sini). Tapi kurma yang didatangkan ke Indonesia dalam kemasan-kemasan di bulan Ramadhan sudah berupa 'manisan kurma', bukan lagi kurma segar. Manisan kurma ini justru ditambah kandungan gula yang berlipat-lipat kadarnya agar awet dalam perjalanan ekspornya. Sangat jarang kita menemukan kurma impor yang masih asli dan belum berupa manisan. Kalaupun ada, sangat mungkin harganya menjadi sangat mahal.*
Kenapa berbuka shaum dengan yang manis justru merusak kesehatan?
Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks, bukan gula (karbohidrat sederhana).
Karbohidrat kompleks, untuk menjadi glikogen, perlu diproses sehingga makan waktu, Sebaliknya, kalau makan yang manis-manis, kadar gula darah akan melonjak naik, langsung. Bum. Sangat tidak sehat. Kalau karbohidrat kompleks seperti kurma asli, naiknya pelan-pelan.
Mari kita bicara 'indeks glikemik' (glycemic index/GI) saja. Glycemic Index (GI) adalah laju perubahan makanan diubah menjadi gula dalam tubuh. Makin tinggi glikemik indeks dalam makanan, makin cepat makanan itu dirubah menjadi gula, dengan demikian tubuh makin cepat pula menghasilkan respons insulin.
Para praktisi fitness atau pengambil gaya hidup sehat, akan sangat menghindari makanan yang memiliki indeks glikemik yang tinggi. Sebisa mungkin mereka akan makan makanan yang indeks glikemiknya rendah. Kenapa?Karena makin tinggi respons insulin tubuh, maka tubuh makin menimbun lemak. Penimbunan lemak tubuh adalah yang paling dihindari mereka.
Nah, kalau habis perut kosong seharian, lalu langsung dibanjiri dengan gula (makanan yang sangat-sangat tinggi indeks glikemiknya), sehingga respon insulin dalam tubuh langsung melonjak. Dengan demikian, tubuh akan sangat cepat merespon untuk menimbun lemak.
Saya pernah bertanya tentang hal ini kepada seorang sufi yang diberi Allah 'ilm tentang urusan kesehatan jasad manusia. Kata Beliau, " bila berbuka puasa, jangan makan apa-apa dulu. Minum air putih segelas, lalu sholat maghrib. Setelah shalat, makan nasi seperti biasa".
Jangan pernah makan yang manis-manis, karena merusak badan dan bikin penyakit. Itu jawaban beliau.
Kenapa bukan kurma? Sebab kemungkinan besar, kurma yang ada di Indonesia adalah 'manisan kurma', bukan kurma asli. Manisan kurma kandungan gulanya sudah jauh berlipat-lipat banyaknya.
Kenapa nasi? Lha, nasi adalah karbohidrat kompleks. Perlu waktu untuk diproses dalam tubuh, sehingga respon insulin dalam tubuh juga tidak melonjak. Karena respon insulin tidak tinggi, maka kecenderungan tubuh untuk menabung lemak juga rendah.
Inilah sebabnya, banyak sekali orang di bulan shaumyang justru lemaknya bertambah di daerah- daerah penimbunan lemak: perut, pinggang, bokong, paha, belakang lengan, pipi, dan sebagainya. Itu karena langsung membanjiri tubuh dengan insulin, melalui makan yang manis-manis, sehingga tubuh menimbun lemak, padahal otot sedang mengecil karena puasa.
Pantas saja kalau badan kita di bulan Ramadhan malah makin terlihat seperti 'buah pir', penuh lemak di daerah pinggang. Karena waham umum masyarakat yang mengira bahwa berbuka dengan yang manis-manis adalah "sunnah", maka shaum bukannya malah menyehatkan kita.
Banyak orang di bulan shaum justru menjadi lemas, mengantuk, atau justru tambah gemuk karena kebanyakan gula. Karena salah memahami hadits di atas, maka efeknya 'rajin shaum= rajin berbuka dengan gula.'* Belajar sabar.*
Waham Umum
Oke, kembali ke topik. Nah, saya kira, "berbukalah dengan yang manis-manis" itu adalah kesimpulan yang terlalu tergesa-gesa atas hadits tentang berbuka diatas. Karena kurma rasanya manis, maka muncul anggapan bahwa (disunahkan) berbuka harus dengan yang manis-manis. Pada akhirnya kesimpulan ini menjadi waham dan memunculkan budaya berbuka shaumyang keliru di tengah masyarakat. Yang jelas, 'berbukalah dengan yang manis' itu disosialisasikan oleh slogan advertising banyak sekali perusahaan makanan di bulan suci Ramadhan.
Namun demikian, sekiranya ada di antara para sahabat yang menemukan hadits yang jelas bahwa Rasulullah memang memerintahkan berbuka dengan yang manis-manis, mohon ditulis di komentar di bawah, ya.
Saya, mungkin juga para sahabat yang lain, ingin sekali tahu. Semoga tidak termakan waham umum 'berbukalah dengan yang manis'. Atau lebih baik lagi, jangan mudah termakan waham umum tentang agama.
Periksa dulu kebenarannya.Kalau ingin sehat, ikuti saja kata Rasulullah: "Makanlah hanya ketika lapar, dan berhentilah makan sebelum kenyang." Juga, isi sepertiga perut dengan makanan, sepertiga lagi air, dan sepertiga sisanya biarkan kosong.
"Kita (Kaum Muslimin) adalah suatu kaum yang bila telah merasa lapar barulah makan, dan apabila makan tidak hingga kenyang," kata Rasulullah.
"Tidak ada satu wadah pun yang diisi oleh Bani Adam, lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap untuk memperkokoh tulang belakangnya agar dapat tegak. Apabila tidak dapat dihindari, cukuplah sepertiga untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya."(HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya yang bersumber dari Miqdam bin Ma'di Kasib)
Semoga bermanfaat..Wassalaamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Benarkah demikian?
Dari Anas bin Malik ia berkata : "Adalah Rasulullah berbuka dengan Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air. (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud)
Nabi Muhammad Saw berkata : "Apabila berbuka salah satu kamu, maka hendaklahberbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci."
Nah. Rasulullah berbuka dengan kurma. Kalau tidak mendapat kurma, beliau berbuka shaum dengan air.
Samakah kurma dengan 'yang manis-manis'? Tidak.
Kurma, adalah karbohidrat kompleks (complex carbohydrate).
Sebaliknya, gula yang terdapat dalam makanan atau minuman yang manis-manis yang biasa kita konsumsi sebagai makanan berbuka puasa, adalah karbohidrat sederhana (simple carbohydrate).
Darimana asalnya sebuah kebiasaan berbuka dengan yang manis? Tidak jelas. Malah berkembang jadi waham umum di masyarakat, seakan-akan berbuka shaum dengan makanan atau minuman yang manis adalah 'sunnah Nabi'.
Sebenarnya tidak demikian. Bahkan sebenarnya berbuka shaum dengan makanan manis-manis yang penuh dengan gula (karbohidrat sederhana) justru merusak kesehatan.
Dari dulu saya tergelitik tentang hal ini, bahwa berbuka shaum'disunnahkan' minum atau makan yang manis-manis. Sependek ingatan saya, Rasulullah mencontohkan buka shaum dengan kurma atau air putih, bukan yang manis-manis.
Kurma, dalam kondisi asli, justru tidak terlalu manis.
Kurma segar merupakan buah yang bernutrisi sangat tinggi tapi berkalori rendah, sehingga tidak menggemukkan (data dari sana- sini). Tapi kurma yang didatangkan ke Indonesia dalam kemasan-kemasan di bulan Ramadhan sudah berupa 'manisan kurma', bukan lagi kurma segar. Manisan kurma ini justru ditambah kandungan gula yang berlipat-lipat kadarnya agar awet dalam perjalanan ekspornya. Sangat jarang kita menemukan kurma impor yang masih asli dan belum berupa manisan. Kalaupun ada, sangat mungkin harganya menjadi sangat mahal.*
Kenapa berbuka shaum dengan yang manis justru merusak kesehatan?
Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks, bukan gula (karbohidrat sederhana).
Karbohidrat kompleks, untuk menjadi glikogen, perlu diproses sehingga makan waktu, Sebaliknya, kalau makan yang manis-manis, kadar gula darah akan melonjak naik, langsung. Bum. Sangat tidak sehat. Kalau karbohidrat kompleks seperti kurma asli, naiknya pelan-pelan.
Mari kita bicara 'indeks glikemik' (glycemic index/GI) saja. Glycemic Index (GI) adalah laju perubahan makanan diubah menjadi gula dalam tubuh. Makin tinggi glikemik indeks dalam makanan, makin cepat makanan itu dirubah menjadi gula, dengan demikian tubuh makin cepat pula menghasilkan respons insulin.
Para praktisi fitness atau pengambil gaya hidup sehat, akan sangat menghindari makanan yang memiliki indeks glikemik yang tinggi. Sebisa mungkin mereka akan makan makanan yang indeks glikemiknya rendah. Kenapa?Karena makin tinggi respons insulin tubuh, maka tubuh makin menimbun lemak. Penimbunan lemak tubuh adalah yang paling dihindari mereka.
Nah, kalau habis perut kosong seharian, lalu langsung dibanjiri dengan gula (makanan yang sangat-sangat tinggi indeks glikemiknya), sehingga respon insulin dalam tubuh langsung melonjak. Dengan demikian, tubuh akan sangat cepat merespon untuk menimbun lemak.
Saya pernah bertanya tentang hal ini kepada seorang sufi yang diberi Allah 'ilm tentang urusan kesehatan jasad manusia. Kata Beliau, " bila berbuka puasa, jangan makan apa-apa dulu. Minum air putih segelas, lalu sholat maghrib. Setelah shalat, makan nasi seperti biasa".
Jangan pernah makan yang manis-manis, karena merusak badan dan bikin penyakit. Itu jawaban beliau.
Kenapa bukan kurma? Sebab kemungkinan besar, kurma yang ada di Indonesia adalah 'manisan kurma', bukan kurma asli. Manisan kurma kandungan gulanya sudah jauh berlipat-lipat banyaknya.
Kenapa nasi? Lha, nasi adalah karbohidrat kompleks. Perlu waktu untuk diproses dalam tubuh, sehingga respon insulin dalam tubuh juga tidak melonjak. Karena respon insulin tidak tinggi, maka kecenderungan tubuh untuk menabung lemak juga rendah.
Inilah sebabnya, banyak sekali orang di bulan shaumyang justru lemaknya bertambah di daerah- daerah penimbunan lemak: perut, pinggang, bokong, paha, belakang lengan, pipi, dan sebagainya. Itu karena langsung membanjiri tubuh dengan insulin, melalui makan yang manis-manis, sehingga tubuh menimbun lemak, padahal otot sedang mengecil karena puasa.
Pantas saja kalau badan kita di bulan Ramadhan malah makin terlihat seperti 'buah pir', penuh lemak di daerah pinggang. Karena waham umum masyarakat yang mengira bahwa berbuka dengan yang manis-manis adalah "sunnah", maka shaum bukannya malah menyehatkan kita.
Banyak orang di bulan shaum justru menjadi lemas, mengantuk, atau justru tambah gemuk karena kebanyakan gula. Karena salah memahami hadits di atas, maka efeknya 'rajin shaum= rajin berbuka dengan gula.'* Belajar sabar.*
Waham Umum
Oke, kembali ke topik. Nah, saya kira, "berbukalah dengan yang manis-manis" itu adalah kesimpulan yang terlalu tergesa-gesa atas hadits tentang berbuka diatas. Karena kurma rasanya manis, maka muncul anggapan bahwa (disunahkan) berbuka harus dengan yang manis-manis. Pada akhirnya kesimpulan ini menjadi waham dan memunculkan budaya berbuka shaumyang keliru di tengah masyarakat. Yang jelas, 'berbukalah dengan yang manis' itu disosialisasikan oleh slogan advertising banyak sekali perusahaan makanan di bulan suci Ramadhan.
Namun demikian, sekiranya ada di antara para sahabat yang menemukan hadits yang jelas bahwa Rasulullah memang memerintahkan berbuka dengan yang manis-manis, mohon ditulis di komentar di bawah, ya.
Saya, mungkin juga para sahabat yang lain, ingin sekali tahu. Semoga tidak termakan waham umum 'berbukalah dengan yang manis'. Atau lebih baik lagi, jangan mudah termakan waham umum tentang agama.
Periksa dulu kebenarannya.Kalau ingin sehat, ikuti saja kata Rasulullah: "Makanlah hanya ketika lapar, dan berhentilah makan sebelum kenyang." Juga, isi sepertiga perut dengan makanan, sepertiga lagi air, dan sepertiga sisanya biarkan kosong.
"Kita (Kaum Muslimin) adalah suatu kaum yang bila telah merasa lapar barulah makan, dan apabila makan tidak hingga kenyang," kata Rasulullah.
"Tidak ada satu wadah pun yang diisi oleh Bani Adam, lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap untuk memperkokoh tulang belakangnya agar dapat tegak. Apabila tidak dapat dihindari, cukuplah sepertiga untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya."(HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya yang bersumber dari Miqdam bin Ma'di Kasib)
Semoga bermanfaat..Wassalaamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Langganan:
Postingan (Atom)
